Skip ke Konten

68 Tahun Jemaat Betesda Lalanday: Bersatu, Bersekutu, Melayani

19 Mei 2026 · Merawat warisan iman, bertumbuh dalam kasih, dan melangkah bersama menghadapi tantangan pelayanan.

30 Oktober 2026 oleh
68 Tahun Jemaat Betesda Lalanday: Bersatu, Bersekutu, Melayani
Kebersamaan para pelayan dalam dokumentasi HUT ke-68 Jemaat Betesda Lalanday

HUT KE-68 · 19 MEI 2026

Bertumbuh dalam iman,
melangkah bersama dalam kasih.

Enam puluh delapan tahun bukan sekadar hitungan usia. Bagi GPIBK Jemaat Betesda Lalanday, peringatan pada 19 Mei 2026 menjadi ruang syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus ajakan untuk terus merawat persekutuan dan memperbarui semangat pelayanan.

Dokumentasi perayaan memperlihatkan kebersamaan para pelayan dan warga jemaat dalam suasana penuh sukacita. Nuansa ungu dan emas, kue ulang tahun dengan angka 68, serta wajah-wajah lintas generasi menghadirkan pesan sederhana: gereja bertumbuh ketika umat berjalan bersama, saling menopang, dan menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.

Bersatu. Bersekutu. Melayani.

Pesan yang tertulis pada kue perayaan, dengan rujukan Kisah Para Rasul 2:41–47, mengingatkan bahwa pertumbuhan gereja berakar pada kehidupan bersama: belajar firman, berdoa, berbagi, dan menghadirkan kasih melalui tindakan.

Kebersamaan lintas generasi dalam perayaan HUT ke-68 Jemaat Betesda Lalanday

Merawat pertumbuhan, bukan hanya merayakan usia

Pertumbuhan jemaat tidak cukup dibaca dari banyaknya kegiatan atau bertambahnya usia. Pertumbuhan juga tampak dalam kesediaan untuk mendengar, mengampuni, mengambil bagian, serta menjaga mereka yang membutuhkan perhatian. Warisan iman menjadi hidup ketika diteruskan dalam keluarga, pembinaan anak dan remaja, serta keteladanan para pelayan.

Karena itu, usia ke-68 mengundang Jemaat Betesda Lalanday untuk memandang masa depan dengan pengharapan. Setiap generasi memiliki tempat: anak-anak perlu didampingi, kaum muda perlu diberi ruang, keluarga perlu dikuatkan, dan para orang tua perlu dihargai pengalaman serta kesaksiannya.

Menghadapi tantangan dengan semangat saling menopang

Di tengah perubahan zaman, pelayanan gereja terus berhadapan dengan pertanyaan penting: bagaimana menjaga kedekatan ketika kesibukan meningkat, bagaimana menumbuhkan keterlibatan lintas generasi, dan bagaimana memakai teknologi tanpa kehilangan kehangatan perjumpaan? Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak gereja untuk terus belajar dan peka terhadap kebutuhan umat.

Jawabannya tidak selalu hadir melalui program besar. Kunjungan yang tulus, kesediaan mendampingi anak, komunikasi yang baik, dan pembagian tanggung jawab yang adil merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat pelayanan. Keterbatasan dapat dihadapi bersama ketika setiap orang diberi kesempatan untuk menyumbangkan waktu, kemampuan, dan kepeduliannya.

JEJAK SUKACITA

Kebersamaan yang menguatkan

Sukacita kebersamaan warga jemaat di tepi pantai dalam dokumentasi HUT ke-68 Momen kebersamaan lintas generasi dalam dokumentasi HUT Jemaat Betesda Lalanday
Kue HUT ke-68 bertuliskan Bersatu, Bersekutu, Melayani dan Kisah Para Rasul 2:41–47

Melangkah ke depan dengan pengharapan

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa persekutuan tidak berhenti di dalam gedung gereja. Dokumentasi kebersamaan di alam terbuka memperlihatkan sukacita perjumpaan—ruang untuk saling mengenal dan menguatkan ikatan sebagai satu keluarga dalam Kristus.

Kiranya rasa syukur pada usia ke-68 diteruskan menjadi komitmen sehari-hari: membangun persatuan, memelihara persekutuan, dan melayani dengan rendah hati. Masa depan pelayanan bukan hanya tanggung jawab beberapa orang, melainkan panggilan bersama seluruh jemaat.

Selamat HUT ke-68,
GPIBK Jemaat Betesda Lalanday!

Bersyukur atas penyertaan Tuhan.
Bersatu dalam kasih. Setia dalam pelayanan.